Kamis, 03 Juli 1997

YAMAN, SEAKAN WAKTU TIDAK BERGERAK oleh Fardah Assegaf

     Sana’a, 3/7/1997 - Pasar Babul Yaman (Pintu Gerbang Yaman) di Sana'a selalu penuh sesak dengan hilir mudik pria bersorban dan besarung yang dihiasi Jambia, badik melengkung khas Yaman, serta para wanita yang seluruh tubuh dan wajah mereka rapat tertutup kain hitam dan terkadang hanya sepasang matanya yang tampak. 
          Suasana pasar yang terletak di bagian kota tua itu hiruk pikuk dengan suara orang yang menjajakan jualan mereka, seperti kemenyan (dupa), perhiasan perak, batu akik, pisau Jambia. Juga kacang Arab dan tentu saja gat (juga disebut qat), daun "sirih" orang Yaman yang terkenal.

Kamis, 15 Mei 1997

YAMAN HARAPKAN PENINGKATAN HUBUNGAN RAKYAT KE DUA NEGARA


     Sana'a, 15/5 (ANTARA) - Wakil Perdana Mentri Yaman, Dr Abdul Karim Iryani, mengharapkan peningkatan hubungan antara masyarakat Yaman dan Indonesia.
    "Saya senang dengan terjalinnya hubungan yang baik antara kedua pemerintah. Namun hubungan antara rakyat ke dua negara juga sangat penting," kata Iryani saat menerima delegasi pers dan biro perjalanan Indonesia yang didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Yaman, Ibnu Ash Djamil Siregar di Sana'a hari Rabu.