Senin, 27 Desember 1993

PERLU DIRUMUSKAN ETIKA GLOBAL UNTUK SELAMATKAN BUMI

     Jakarta, 27/12/1993 (ANTARA) - Dr Soeriaatmadja, asisten Menteri Lingkungan Hidup, berpendapat bahwa suatu etika global perlu dirumuskan dalam upaya untuk menyelamatkan Bumi karena usaha pelestarian lingkungan hidup menyangkut pula wawasan dan tata nilai kehidupan.
        Karena masalah lingkungan yang semakin parah, antara lain dengan makin berkurangnya sumber daya alam, manusia akan mempertanyakan apakah kaya itu hanya diukur dengan materi, ujarnya kepada ANTARA di Jakarta Senin.

Kamis, 16 Desember 1993

UNESCO IMBAU DUNIA NYATAKAN KEADAAN DARURAT DI BIDANG PENDIDIKAN

      New Delhi, 16/12/1993 (ANTARA) - Direktur Jenderal UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB) Federico Mayor di New Delhi, Kamis, mengimbau negara-negara yang turut serta dalam KTT Pendidikan untuk Semua (Education for All - EFA) untuk menyatakan keadaan darurat di bidang pendidikan paling tidak selama dasawarsa 1990-an.
        Mayor merasa pendidikan, yang bukan saja hak asasi manusia tapi juga suatu kebutuhan sosial, kurang diperhatikan di sejumlah negara. Karena itu, dalam pidatonya pada pembukaan KTT EFA, ia dengan sangat meminta agar masalah pendidikan dinyatakan dalam keadaan darurat selama tahun 1990-an atau hingga sasaran pendidikan dasar universal dapat dicapai dan angka buta huruf di kalangan orang dewasa dapat diturunkan secara drastis.

KTT BERTEKAD CAPAI TUJUAN EFA MENJELANG TAHUN 2000

     New Delhi, 16/12/1993 (ANTARA) - Sembilan negara berpenduduk padat pada akhir KTT Pendidikan Untuk Semua (Education for All-EFA) di New Delhi, Kamis sore, mengeluarkan Deklarasi Delhi yang antara lain mengutarakan tekad mereka untuk mencapai tujuan EFA menjelang tahun 2000 atau pada waktu yang paling tepat.
        Mereka berjanji untuk menjamin tempat bagi setiap anak di sekolah atau program pendidikan yang sesuai dengan kemampuannya sehingga tidak seorang anak pun yang tidak memperoleh pendidikan karena kekurangan guru, bahan belajar atau ruangan yang memadai.

Kamis, 09 Desember 1993

PENCAPAIAN TARGET PENDIDIKAN UNTUK SEMUA DINILAI MAJU

    Jakarta, 9/12/1993 (ANTARA) - Pencapaian target Pendidikan untuk Semua, seperti yang dicanangkan dalam Konperensi Internasional tentang Pendidikan untuk Semua di Jomtien, Thailand tahun 1990, dinilai cukup maju.
        Prestasi Indonesia di bidang pendidikan antara lain hampir 100 persen anak usia sekolah mengenyam pendidikan, angka melek huruf meningkat dan diperpanjangnya periode wajib belajar dari enam tahun menjadi sembilan tahun, kata Konsultan Pendidikan Unesco, Colin R.J. Moyle kepada ANTARA di Jakarta Kamis.

Rabu, 08 Desember 1993

DUBES PALESTINA: INTIFADAH PAKSA ISREAL BERUNDING DENGAN PALESTINA

    Jakarta, 8/12/1993 (ANTARA) - Intifadah merupakan revolusi penting dalam sejarah perjuangan bangsa Palestina terbukti dengan keberhasilannya 'memaksa' Israel berunding dengan Palestina, ujar Dubes Palestina untuk Indonesia, Ribhi Awad. 
        Sumbangan penting Intifadah lainnya adalah mendorong masyarakat internasional untuk segera mewujudkan penyelesaian masalah Palestina secara politis, ujar Dubes Awad kepada ANTARA di Jakarta Selasa, dalam pernyataannya untuk menyambut peringatan tahun keenam Intifadah.

Jumat, 19 November 1993

DENGAN PENA TAHER SHRITEH MELAWAN ISRAEL

    Jakarta, 19 Nov 1993 : Orang bilang ujung pena bisa lebih tajam dari pisau. Hal itu terbukti dari tulisan-tulisan wartawan Palestina Taher Shriteh tentang Intifada (pemberontakan rakyat Palestina di daerah pendudukan Israel) yang membuat berang rejim Zionis Israel.
        Ketika Israel mendengar bahwa Taher Shriteh akan menerima Penghargaan Kebebasan Pers 1993, Kedubes Israel di Washington DC dan Konsulat Israel di New York memprotes Komite untuk Melindungi Wartawan (Committee to Protect Journalists - CPJ) dan Klub Pers Nasional AS (National Press Club).

Jumat, 22 Oktober 1993

ZAMAN BERUBAH, BEGITU PULA DIHARAPKAN PBB oleh Fardah Assegaf

     Jakarta, 22/10/1993 (ANTARA) - Seorang penerjemah Presiden Libya Muammar Khadafi pada suatu ketika keliru menerjemahkan ucapan presidennya yang menyebut kata "PBB" dalam bahasa Arab menjadi "AS" dalam bahasa Inggris.
       Khadafi lalu menyeletuk: "Ia benar, memang 'UN' (PBB) sama dengan 'US' (AS)." Dan, tawa wartawan asing yang hadir pada konperesni pers tersebut meledak.
     Kelakar Presiden Khadafi yang terdengar terlalu "ekstrem" itu bukannya samasekali tidak berdasar.

Kamis, 21 Oktober 1993

YAMAN INGIN KERJASAMA BIDANG PERMINYAKAN DENGAN INDONESIA



      Jakarta, 21/10/1993 (ANTARA) - Yaman, yang kini sedang menggiatkan pembangunan industri perminyakannya, ingin menggalang kerjasama di bidang perminyakan dengan Indonesia, demikian Dubes Yaman untuk Indonesia, Muhamed Abdulaziz Sallam.
   Indonesia, yang dinilainya maju dalam industri perminyakan, dapat menawarkan peralatan, seperti pipa dan alat-alat pengeboran, serta keahlian di sektor perminyakan kepada Yaman, kata Dubes Sallam kepada ANTARA, Kamis.

Kamis, 14 Oktober 1993

DUBES PALESTINA: ISRAEL MESTI BERHENTI MENUNDA-NUNDA

      Jakarta, 14/10/1993 (ANTARA) - Dubes Palestina untuk Indonesia, Ribhi Awad menantang Israel untuk menghentikan sikap mengulur-ulur waktu dan agar bergerak cepat bagi tercapainya perdamaian dengan segera melepaskan pejuang Palestina di tahanan Israel serta membolehkan pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka.
        "Menjadi tanggungjawab Israel untuk membuang keraguan nya dan menghentikan sikapnya yang suka menunda-nunda," kata Dubes Awad di depan anggota Indonesian Executive Circle di Wisma ANTARA, Jakarta, Kamis.

Sabtu, 11 September 1993

DUBES PALESTINA: BELUM WAKTUNYA PENGAKUAN DUNIA TERHADAP ISRAEL

      Jakarta, 11/9/1993 (ANTARA) - Dubes Palestina untuk Indonesia Ribhi Awad berpendapat belum waktunya Israel mendapat imbalan berupa pengakuan dunia walaupun PLO dan Israel telah saling mengakui.
      "Tekanan politik dan diplomatik terhadap Israel mesti diteruskan, bahkan ditingkatkan, hingga Israel sungguh- sungguh bersedia memenuhi keinginan rakyat Palestina untuk merdeka," ujar Dubes Awad kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.