Thursday, June 27, 1996

YAMAN AKAN RINTIS PENERBANGAN LANGSUNG SANA'A-JAKARTA

    Jakarta, 27/6/1996 (ANTARA) - Perusahaan penerbangan Yaman akan mulai mengoperasikan penerbangan langsung dari Sana'a ke Jakarta awal tahun depan untuk mendorong kerjasama perdagangan kedua negara, kata Dubes Yaman untuk Indonesia Abdul Wahed Mohamed Fara.
    "Perdagangan antara Yaman dan Indonesia selama ini dilakukan melalui Singapura dan negara-negara Teluk. Oleh karena itu kami sedang mengupayakan penerbangan dan pelayaran langsung ke Indonesia untuk meningkatkan perdagangan bilateral," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.      Indonesia menikmati surplus dalam neraca perdagangannya dengan Yaman yang kini sedang giat-giatnya ditingkatkan. Lebih dari sepuluh perusahaan Yaman selama ini mengimpor berbagai barang, termasuk sarung, dari Indonesia.

     Dua perusahaan Indonesia, yakni Bakrie dan Maher, kini sedang menanamkan investasi di bidang penambangan minyak bumi di Yaman. Selain itu, dua perusahaan Indonesia lainnya tengah menjalin kerjasama dengan mitra mereka dari Yaman untuk mendapatkan konsesi eksplorasi minyak bumi.
     Sejumlah perusahaan lainnya telah menyatakan keinginan mereka untuk menanamkan modalnya di Aden yang bebas cukai, kata Dubes.
      "Kami akan memberi kemudahan-kemudahan yang diperlukan kepada siapa saja yang ingin menanamkan modalnya di Yaman," ujar Fara.
      Hubungan ekonomi dan perdagangan antara Yaman dan Indonesia terus meningkat terutama sejak ditandatanganinya sebuah persetujuan kerjasama ekonomi oleh menteri luar negari masing-masing negara pada 1993.
     Tahun ini, sebuah nota kesepahaman (MOU) mengenai kerjasama ilmiah dan teknologi ditandatangani oleh Menteri Riset dan Teknologi Indonesia Prof BJ Habibie dan mitranya dari Yaman, menteri perencanaan dan pembangunan.
     Perguruan tinggi di Yaman menawarkan 10 beasiswa untuk pelajar Indonesia setiap tahun untuk belajar bahasa Arab dan agama Islam. "Sebaliknya juga terdapat sejumlah pelajar Yaman di Indonesia," katanya.
     Pertukaran kunjungan antara pejabat kedua negara telah berlangsung cukup intensif. Selama 1995-1996, empat delegasi pejabat dan pengusaha Yaman berkunjung ke Jakarta.
    Yaman, yang kini dipimpin Presiden Ali Abdullah Saleh dan Indonesia di bawah pimpinan Presiden Soeharto telah lama menjalin hubungan yang erat di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
   "Sejarah hubungan ini dimulai sebelum 600 tahun yang lalu dan yang menyebarkan Islam di Indonesia juga di Asia Tenggara adalah orang-orang Yaman," kata Dubes Fara. (T/ri4/EU09/27/06/96 22:18/RB1)

No comments:

Post a Comment