Jakarta, March 12,
2003 (ANTARA) - More than 100 ministers are expected to discuss a water
crisis at the Third World Water Forum (WWF) to be held in Kyoto, Japan, from
March 16 to 23, 2003, the World Bank said here Wednesday. The Forum, which will be
participated in by around 8,000 people consisting of, among others, scientists,
NGO activists, academicians and government officials, will focus on a global
water crisis and other related issues, for instance, water and gender, energy,
food, agriculture, environment, poverty, sanitation, pollution, climate change
and cultural diversity.
Wednesday, March 12, 2003
Wednesday, March 5, 2003
Empat Dekade Hubungan Indonesia-Kamboja Dibahas
Phnom Penh, 5/3/2003 (ANTARA) - Kedubes RI di Phnom Penh bekerjasama
dengan Cambodian Institute for Cooperation and Peace (CICP), pekan lalu,
menyelenggarakan seminar sehari "Indonesian Cambodian Diplomatic
Relations: Four Decades of Achievements and Future Directions".
Seminar sehari tersebut digelar dalam rangka memperingati 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia - Kamboja (1962 - 2002).
Seminar sehari tersebut digelar dalam rangka memperingati 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia - Kamboja (1962 - 2002).
Friday, February 28, 2003
Semua Orang Berhak Dapat Air Bersih, Tapi Tidak Gratis oleh Fardah
Jakarta, 28/2/2003 (ANTARA) - Ny. Len Tang Hok (43 tahun) kini mulai
bisa menyisihkan uang untuk membeli makanan yang lebih bergizi bagi
ketujuh anaknya, sejak rumahnya mendapat pelayanan air dari Perusahaan
Daerah Air Minum di Phnom Penh (PWSA).
Sebelum mendapat layanan PWSA, wanita yang tinggal di perkampungan kumuh Pra You Vong, di ibu kota Kamboja itu, dulu harus membeli air dari penjaja keliling senilai 1.000 riels (sekitar Rp2.300) setiap hari.
Sebelum mendapat layanan PWSA, wanita yang tinggal di perkampungan kumuh Pra You Vong, di ibu kota Kamboja itu, dulu harus membeli air dari penjaja keliling senilai 1.000 riels (sekitar Rp2.300) setiap hari.
Tuesday, February 25, 2003
WATER FOR ALL, BUT NOT FOR FREE by Fardah Assegaf
Phnom
Penh, Feb 25, 2003 (ANTARA) - Mrs Lan Tang Hok, 43, can start saving money to
buy more food for her seven children since piped water from the Phnom Penh
Water Supply Authority (PWSA) has reached her home.
Lan Tang Hok, who lives in the Pra
You Vong slum area in Phnom Penh, Cambodia, used to pay 1,000 riels a day for
water she bought from private water vendors.
Nowadays, she spends only about
5,000 riels per month for the water supplied by the PWSA, since the water
authority has expanded its services to the poor neighborhood.
Thursday, February 6, 2003
Egyptian Ambassador Asks for Return of Egyptian Citizen
Jakarta, February
6/2003 (ANTARA) - Egyptian Ambassador to Indonesia Ezzat Saad has asked
Minister of Justice and Human Rights Yusril Ihza Mahendra to send an
Egyptian national back to Egypt after being detained by the Indonesian
Immigration Office.
The Egyptian national, Moataz Attia Mohamed alias Abu Quaessy, has been put into custody by the Indonesian Immigration Office for a suspected involvement in people smuggling to Australia.
The suspect was arrested last year.
The Egyptian national, Moataz Attia Mohamed alias Abu Quaessy, has been put into custody by the Indonesian Immigration Office for a suspected involvement in people smuggling to Australia.
The suspect was arrested last year.
Thursday, January 16, 2003
DUBES TUNISIA HARAPKAN VOLUME DAGANG DENGAN INDONESIA MENINGKAT
Jakarta,
16/1/2003 (ANTARA) - Dubes Tunisia untuk Indonesia Mohamed Mouldi Kefi
mengatakan di Jakarta, Kamis bahwa pihaknya akan berusaha meningkatkan volume
perdagangan antara Indonesia dan Tunisia.
Tanpa memandang siapa yang lebih diuntungkan, volume perdagangan antara Indonesia dan Tunisia harus ditingkatkan, kata Dubes Tunisia yang baru kepada wartawan di kediaman resminya.
Tanpa memandang siapa yang lebih diuntungkan, volume perdagangan antara Indonesia dan Tunisia harus ditingkatkan, kata Dubes Tunisia yang baru kepada wartawan di kediaman resminya.
Subscribe to:
Posts (Atom)