Showing posts with label Cambodia. Show all posts
Showing posts with label Cambodia. Show all posts

Wednesday, March 5, 2003

Empat Dekade Hubungan Indonesia-Kamboja Dibahas

  Phnom Penh, 5/3/2003 (ANTARA) - Kedubes RI di Phnom Penh bekerjasama dengan Cambodian Institute for Cooperation and Peace (CICP), pekan lalu, menyelenggarakan seminar sehari "Indonesian Cambodian Diplomatic Relations: Four Decades of Achievements and Future Directions".
       
Seminar sehari tersebut digelar dalam rangka memperingati 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia - Kamboja (1962 - 2002).

Friday, February 28, 2003

Semua Orang Berhak Dapat Air Bersih, Tapi Tidak Gratis oleh Fardah

     Jakarta, 28/2/2003 (ANTARA) - Ny. Len Tang Hok (43 tahun) kini mulai bisa menyisihkan uang untuk membeli makanan yang lebih bergizi bagi ketujuh anaknya, sejak rumahnya mendapat pelayanan air dari Perusahaan Daerah Air Minum di Phnom Penh (PWSA).
        Sebelum mendapat layanan PWSA, wanita yang tinggal di perkampungan kumuh Pra You Vong, di ibu kota Kamboja itu, dulu harus membeli air dari penjaja keliling senilai 1.000 riels (sekitar Rp2.300) setiap hari.

Monday, August 28, 1989

KOMISI KERJA ICK BELUM DAPAT HASILKAN LAPORAN MENYELURUH

    Paris, 28/8/1989 (ANTARA) - Komisi kerja Konperensi Internasional tentang Kampuchea (ICK) belum dapat menghasilkan laporan menyeluruh dan nyata menyangkut lima masalah utama pada sidang tingkat menteri kedua dalam ICK di Paris, Senin sore.
      Menteri Luar Negeri Perancis Roland Dumas dan Menlu Ali Alatas yang bertindak selaku ketua bersama dalam ICK pada pembukaan sidang mengungkapkan kegagalan tersebut kepada para wartawan.
      Namun mereka menyatakan bahwa pertemuan komisi kerja itu setidaknya telah berhasil mencapai kemajuan dalam mengidentifikasi penyelesaian dan persetujuan bagi beberapa masalah.

Monday, July 31, 1989

AS INGINKAN PENYELESAIAN MASALAH KAMPUCHEA SECARA MENYELURUH

    Paris, 31/7/1989 (ANTARA) - Amerika Serikat menghendaki penyelesaian menyeluruh masalah Kampuchea karena cara penyelesaian yang lain hanya akan membawa Kampuchea ke arah pertikaian yang ber-larut-larut.
        "Kami yakin penyelesaian yang mempunyai prospek berhasil haruslah bersifat menyeluruh," demikian dikemukakan Menlu AS, James Baker dalam pidatonya pada sidang pembukaan Konferensi Internasional Tentang Kampuchea (ICK) yang dimulai di Paris Minggu sore.

ALATAS TEKANKAN PENTINGNYA PENYELESAIAN POLITIK MASALAH KAMPUCHEA

    Paris, 31/7/1989 (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Ali Alatas menekankan pentingnya penyelesaian politik demi menjadikan Kampuchea sebagai negara yang netral, damai, bebas dan non-blok serta bukan merupakan ancaman bagi tetangganya.
        Alatas yang menjadi Ketua Konferensi Internasional Tentang Kampuchea (ICK) dan menjadi pembicara ke dua pada Konferensi ICK yang dibuka Minggu sore di Paris oleh Menlu Perancis, Roland Dumas.