Showing posts with label Iraq. Show all posts
Showing posts with label Iraq. Show all posts

Wednesday, July 4, 2012

INDONESIA INVITED TO PARTICIPATE IN RECONSTRUCTION OF IRAQ By Fardah


      Jakarta, July 4, 2012 (ANTARA) - The recent visit of Iraqi deputy prime minister Hussain Ibrahim Saleh Al-Shahristani to Indonesia is expected to strengthen bilateral relations between Indonesia and Iraq, particularly in the economic, business and investment sectors.
      Al-Shahristani invited Indonesia's state-owned and private companies to participate in the reconstruction of Iraq, such as in the development of energy, oil and gas sectors, as well as of infrastructure, most of which was destroyed after the US invasion.

Saturday, March 22, 2003

GORBACHEV: AKSI MILITER MELAWAN IRAK MERUPAKAN PUKULAN BAGI DEMOKRASI

     Kyoto, 22/3/2003 (ANTARA) - Mikhail Gorbachev, mantan presiden Uni Soviet, pada pembukaan pertemuan tingkat Menteri Forum Air Sedunia ke-3 di Kyoto, Sabtu, menegaskan bahwa serangan AS ke Irak merupakan pukulan bagi demokrasi dan bagi segala prinsip dan resolusi PBB. 
        "Kita harus menuntut dihentikan dengan segera cara-cara yang menggunakan aksi militer seperti itu," kata Gorbachev yang kini menjadi presiden Green Cross Internasional (Palang Hijau Internasional).

Friday, October 6, 1995

DUBES IRAK: REFERENDUM TERBUKA BAGI SEMUA WARTAWAN TERMASUK DARI KUWAIT


    Jakarta, 6/10/1995 (ANTARA) - Referendum yang akan diselenggarakan di seluruh Irak tanggal 15 Oktober terbuka bagi semua politisi, wartawan dan anggota parlemen, termasuk dari Kuwait, kata Duta Besar Irak untuk Indonesia, Dr. Sa'doon J. Az-Zubaydi.
    Az-Zubaydi menyatakan pemerintah Irak tidak menutup kemungkinan bagi wartawan Kuwait untuk meliput referendum yang baru pertama kali diselenggarakan di Irak itu.

Thursday, April 20, 1995

USULAN AS PADA PBB KEDOK PERPANJANG EMBARGO


     Jakarta, 20/4/1995 (ANTARA) - Pemerintah Irak menolak rancangan resolusi yang diajukan Amerika Serikat kepada Dewan Keamanan (DK) PBB karena usulan mengenai ekspor minyak Irak itu merupakan kedok untuk memperpanjang embargo, kata seorang diplomat Irak.
   Usulan AS yang disampaikan pada 24 Maret 1995 itu penuh kebohongan dan aturan-aturan yang mengancam kedaulatan Irak, menurut Mustafa M Taufik, Kuasa Usaha Kedutaan Irak di Jakarta, baru-baru ini.