Showing posts with label Yemen. Show all posts
Showing posts with label Yemen. Show all posts

Thursday, April 23, 2015

INDONESIA AWAITS SAUDI TO TAKE RESPONSIBILITY OF EMBASSY'S DESTRUCTION by Fardah

 Jakarta, April 23 (Antara) - Indonesia, a country not involved in the war in Yemen, expressed shock and strongly condemned the Saudi-led coalition's air strikes on April 20, 2015, in which its embassy in Sana'a, Yemen, was almost completely destroyed. 
   The bomb explosion left two Indonesian diplomats and one citizen injured, and over 80 percent of the embassy building was seriously damaged, besides destroying the embassy's vehicles that were parked at the spot.
        As per media reports, the total number of civilians killed in the Saudi-led air strikes on a missile depot in the Yemeni capital reached 38 and an additional 532 civilians were wounded, revealed the medics.
        "I wish to express that Indonesia strongly condemns the bomb attack that occurred in Sana'a at 10:45 a.m. local time," Foreign Affairs Minister Retno L.P. Marsudi informed the press at the Jakarta Convention Center on April 20.

Thursday, April 16, 2015

INDONESIAN GOVT CALLS FOR DIALOG TO END VIOLENCE IN YEMEN by Fardah

    Jakarta, April 16, 2015 (Antara)  Indonesia and Yemen have a long and historically rich relationship, therefore the Indonesian government and people are very concerned over the prolonged violence going on in the Arab country.
        "Indonesia is very much concerned, and hopes the conflict in Yemen to be solved through dialogs and peaceful resolution," Indonesian Vice President M Jusuf Kalla told the press on April 15, 2015, as the tension has escalated in Yemen.        
   Therefore, the Indonesian government has proposed an establishment of a task force to facilitate dialog among parties involved in the Yemeni conflict.
        The task force proposal was conveyed to ambassadors of the Organization of Islamic Cooperation (OIC) member countries in a meeting with Kalla in Jakarta on April 15.  

Tuesday, March 31, 2015

EFFORTS TO REPATRIATE INDONESIANS FROM YEMEN STEPPED UP By Fardah

Jakarta, March 31, 2015 (Antara) -- The Indonesian government is intensifying efforts to repatriate its citizens from conflict-ridden Yemen, following the military airstrikes launched by a coalition led by Saudi Arabia against Houthi rebels.
         Violence in Yemen escalated after the Yemeni president and prime minister resigned on January 22 and rebel leader Abdul Malik al-Houthi gained power in the country.      
   Indonesia has expressed concern over the prolonged conflict in Yemen, and urged every party to refrain from committing violent acts and to be mindful of the safety of civilians in Yemen, both locals and foreigners.
         Some 4,159 Indonesian citizens currently live in Yemen, of which 2,626 are students, 1,488 are professional workers in oil and gas companies, and 45 are embassy staff and their families.

Saturday, February 28, 2015

INDONESIA PREPARING TO EVACUATE CITIZENS FROM YEMEN By Fardah

 Jakarta, Feb 28, 2015 (Antara) - Following an escalation in violence in Yemen's northern regions, Indonesia has decided to keep its embassy in Sana'a open, but is preparing to evacuate its citizens from the Arab country.
        However, the embassies of many Western countries have been shut down in Yemen.
        Some 4,159 Indonesian citizens currently live in Yemen, of which 1,488 are migrant workers and the remainder are students.         
   The tense political situation in Yemen escalated after the Yemeni President and Prime Minister resigned on January 22 and rebel leader Abdul Malik al-Houthi took over as the new leader of the country.
        The Indonesian government has also issued a travel advisory for Indonesians planning to visit Yemen, considering the worsening security situation in that country.    

Wednesday, June 8, 2011

RI INTENSIFYING EFFORTS TO EVACUATE CITIZENS FROM YEMEN by Fardah

        Jakarta, June 8, 2011 (ANTARA) - With the situation in strife-torn Yemen worsening by the day, the Indonesian government is intensifying efforts to evacuate its citizens from the Middle Eastern country.
       Yemen has been wracked by violent clashes since early February as demonstrators want President Abdullah Saleh to quit.

Tuesday, September 8, 2009

Warga Yaman Hamburkan Jutaan Dolar Untuk Mengunyah Qat oleh Fardah Assegaf

      September 2009 - Seorang lelaki duduk bermalas-malasan sambil mengunyah atau mengulum daun qat atau khat (Catha edulis) sehingga pipi mereka menggelembung seperti bengkak merupakan pemandangan sehari-hari khususnya di pasar-pasar Yaman Utara.
        Kegemaran sebagian orang Yaman mengunyah daun qat tersebut membuat mereka harus merogoh saku dalam-dalam hingga hampir 156 juta dolar AS (sekitar Rp1,56 trillion) per tahun secara keseluruhan.
        Padahal, sekitar tiga juta rakyat Yaman masih tergolong miskin dan tidak mampu memenuhi  kebutuhan pokok mereka, terutama makanan bagi keluarga mereka, demikian laporan The News Yemen yang mengutip Fathi Ahmed Al-Saqaf, seorang profesor dari Perguruan Tinggi Pendidikan Jasmani dan Olah Raga di Provinsi Hodeida, Yaman bagian barat.

Tuesday, August 9, 2005

INDONESIA - YAMAN SEPAKAT TUKAR MAHASISWA TINGKAT DOKTORAL


      Yogyakarta, 9/8/2005 (ANTARA) - Indonesia dan Yaman sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan dengan melaksanakan program pertukaran mahasiwa tingkat master dan doktoral bidang sosial dan ekonomi.        
   "Dengan program itu, Yaman meminta Indonesia menyediakan fasilitas beasiswa bagi sejumlah mahasiswa dari negara tersebut untuk belajar ilmu ekonomi dan sosial di universitas di Indonesia, dan begitu juga sebaliknya," kata Deputi Direktur Direktorat Urusan Timur Tengah, Departemen Luar Negeri, Andhika Bambang Supeno, di sela Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia-Yaman di Yogyakarta, Selasa.

Monday, August 8, 2005

INDONESIA DAN YAMAN SEPAKAT TINGKATKAN HUBUNGAN EKONOMI



    Yogyakarta, 8/8/2005 (ANTARA) - Indonesia dan Yaman sepakat untuk meningkatkan hubungan kerjasama ekonomi mengingat nilai perdagangan kedua negara tersebut hingga kini masih di bawah potensi yang dimiliki.
       
"Neraca perdagangan Indonesia-Yaman pada 2004 mencapai 64 juta dolar AS, turun dibanding 73,9 juta dolar AS pada 2000. Nilai itu tidak mencerminkan potensi di bidang ekonomi dan perdagangan yang dimiliki oleh kedua negara," kata Direktur Jenderal untuk Asia, Pasifik dan Afrika, Departemen Luar Negeri RI Herijanto Soeprapto ketika membuka pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) pada Sidang ke-1 Komisi Bersama Indonesia-Yaman, di Yogyakarta, Senin.

Thursday, March 23, 2000

YAMAN, 10 TAHUN "KAWIN PAKSA" TAPI TETAP RUKUN oleh Fardah Assegaf



      Sepuluh tahun sudah usia Yaman "bersatu" - hasil penggabungan dua negara yang sebelumnya dikenal sebagai Yaman Utara dan Yaman Selatan.
    Namun rupanya hingga saat ini penduduk Yaman belum berhasil benar-benar menyatukan hati mereka.
    "Ini adalah pendudukan (Yaman Utara atas Yaman Selatan)," ujar Badr Basunaid, yang sering mengritik Pemerintah Yaman dan masih menuntut dipertahankannya dua Yaman, kepada wartawan Los Angeles Times, David Kelly di Aden, kota pelabuhan yang dahulu adalah ibu kota Yaman Selatan.

Thursday, July 3, 1997

YAMAN, SEAKAN WAKTU TIDAK BERGERAK oleh Fardah Assegaf

     Sana’a, 3/7/1997 - Pasar Babul Yaman (Pintu Gerbang Yaman) di Sana'a selalu penuh sesak dengan hilir mudik pria bersorban dan besarung yang dihiasi Jambia, badik melengkung khas Yaman, serta para wanita yang seluruh tubuh dan wajah mereka rapat tertutup kain hitam dan terkadang hanya sepasang matanya yang tampak. 
          Suasana pasar yang terletak di bagian kota tua itu hiruk pikuk dengan suara orang yang menjajakan jualan mereka, seperti kemenyan (dupa), perhiasan perak, batu akik, pisau Jambia. Juga kacang Arab dan tentu saja gat (juga disebut qat), daun "sirih" orang Yaman yang terkenal.

Thursday, May 15, 1997

YAMAN HARAPKAN PENINGKATAN HUBUNGAN RAKYAT KE DUA NEGARA


     Sana'a, 15/5 (ANTARA) - Wakil Perdana Mentri Yaman, Dr Abdul Karim Iryani, mengharapkan peningkatan hubungan antara masyarakat Yaman dan Indonesia.
    "Saya senang dengan terjalinnya hubungan yang baik antara kedua pemerintah. Namun hubungan antara rakyat ke dua negara juga sangat penting," kata Iryani saat menerima delegasi pers dan biro perjalanan Indonesia yang didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Yaman, Ibnu Ash Djamil Siregar di Sana'a hari Rabu.

Thursday, June 27, 1996

YAMAN AKAN RINTIS PENERBANGAN LANGSUNG SANA'A-JAKARTA

    Jakarta, 27/6/1996 (ANTARA) - Perusahaan penerbangan Yaman akan mulai mengoperasikan penerbangan langsung dari Sana'a ke Jakarta awal tahun depan untuk mendorong kerjasama perdagangan kedua negara, kata Dubes Yaman untuk Indonesia Abdul Wahed Mohamed Fara.
    "Perdagangan antara Yaman dan Indonesia selama ini dilakukan melalui Singapura dan negara-negara Teluk. Oleh karena itu kami sedang mengupayakan penerbangan dan pelayaran langsung ke Indonesia untuk meningkatkan perdagangan bilateral," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Thursday, October 21, 1993

YAMAN INGIN KERJASAMA BIDANG PERMINYAKAN DENGAN INDONESIA



      Jakarta, 21/10/1993 (ANTARA) - Yaman, yang kini sedang menggiatkan pembangunan industri perminyakannya, ingin menggalang kerjasama di bidang perminyakan dengan Indonesia, demikian Dubes Yaman untuk Indonesia, Muhamed Abdulaziz Sallam.
   Indonesia, yang dinilainya maju dalam industri perminyakan, dapat menawarkan peralatan, seperti pipa dan alat-alat pengeboran, serta keahlian di sektor perminyakan kepada Yaman, kata Dubes Sallam kepada ANTARA, Kamis.