Monday, July 31, 1989

AS INGINKAN PENYELESAIAN MASALAH KAMPUCHEA SECARA MENYELURUH

    Paris, 31/7/1989 (ANTARA) - Amerika Serikat menghendaki penyelesaian menyeluruh masalah Kampuchea karena cara penyelesaian yang lain hanya akan membawa Kampuchea ke arah pertikaian yang ber-larut-larut.
        "Kami yakin penyelesaian yang mempunyai prospek berhasil haruslah bersifat menyeluruh," demikian dikemukakan Menlu AS, James Baker dalam pidatonya pada sidang pembukaan Konferensi Internasional Tentang Kampuchea (ICK) yang dimulai di Paris Minggu sore.

        Namun, katanya, penyelesaian masalah Kampuchea tidak hanya tergantung pada masyarakat antar bangsa, tapi juga harus dibantu rakyat Kampuchea sendiri, khususnya para pemimpinnya.
        "Tindakan apapun yang akan dilakukan untuk membantu Kampuchea harus didasarkan pada kemauan kelompok-kelompok Kampuchea sendiri untuk mengambil langkah maju," kata Menlu AS itu.

        Baker mendukung Pangeran Sihanouk memimpin proses rekonsialisasi nasional melalui pemerintahan peralihan, namun tidak menghendaki Khmer Merah memainkan peranan di Kampuchea di masa-masa mendatang.

        Namun demikian, kata Baker, AS bersedia mendukung jika Pangeran Sihanouk menganggap perlu memasukkan faksi Khmer Merah dalam pemerintahan koalisi yang bersifat peralihan.

        "Besarnya dukungan AS pada pemerintahan sementara itu tergantung sampai di mana peran khmer merah dan tentang Pol Pot maupun pemimpin Khmer Merah lainnya yang bertanggungjawab dalam pembunuhan masal orang Kampuchea, jangan sampai kembali mendominasi negeri itu.

        AS, menurut Baker juga tidak dapat menyetujui kelanjutan rejim yang kini berkuasa di Phnom Penh, tapi dapat menerima unsur-unsur dari rejim Phnom Penh dimasukkan dalam pemerintahan peralihan yang nanti terbentuk.

        AS memandang mekanisme pengawasan internasional (ICM) memiliki peranan yang sangat menentukan dalam proses perdamaian dan memungkinkan peralihan secara damai dari situasi pendudukan Vietnam ke situasi pemilu secara bebas dan menjadi jembatan penghubung antara aspek-aspek internal dan eksternal dalam penyelesaian secara menyeluruh masalah Kampuchea.

        Dengan peran itu, ICM berfunsi menjamin pengawasan internasional terhadap penarikan mundur secara total pasukan Vietnam dan para penasehatnya.

        ICM menurut Baker, akan memungkinkan adanya stabilitas yang lebih baik dalam masa peralihan dan memainkan peranan penting dalam proses peralihan politik.

        Pada awal pidatonya, Menlu Baker tidak lupa menyampaikan penghargaannya kepada Presiden Soeharto, Menlu Ali Alatas dan pendahulunya mantan Menlu Mochtar Kusumaatmadja yang dikatakannya mempunyai visi yang tinggi terhadap perdamaian dan bagi kemakmuran Asia Tenggara.

        "Meskipun menghadapi banyak hambatan dan tantangan para pemimpin bangsa ini telah bekerja keras sepanjang waktu menghantarkan kita pada saat sekarang ini," kata Baker.

        Menlu AS itu juga mengemukakan bahwa "Apa pun kegiatan yang kita lakukan sekarang ini di sini, semuanya itu berkat kerja keras yang sejak lama dilakukan ASEAN." (U.Z01/T01/D05/89-07-31-15:16)

No comments:

Post a Comment