Jakarta, 14/10/1993
(ANTARA) - Dubes Palestina untuk Indonesia, Ribhi Awad menantang Israel
untuk menghentikan sikap mengulur-ulur waktu dan agar bergerak cepat
bagi tercapainya perdamaian dengan segera melepaskan pejuang Palestina
di tahanan Israel serta membolehkan pengungsi Palestina kembali ke tanah
air mereka.
"Menjadi tanggungjawab Israel untuk membuang keraguan nya dan menghentikan sikapnya yang suka menunda-nunda," kata Dubes Awad di depan anggota Indonesian Executive Circle di Wisma ANTARA, Jakarta, Kamis.
"Menjadi tanggungjawab Israel untuk membuang keraguan nya dan menghentikan sikapnya yang suka menunda-nunda," kata Dubes Awad di depan anggota Indonesian Executive Circle di Wisma ANTARA, Jakarta, Kamis.
Ribhi awad berpendapat bahwa pembangunan ekonomi saja, walau penting dan diperlukan oleh rakyat Palestina, pada akhirnya tidak cukup.
Berdirinya negara Palestina merdeka merupakan kunci bagi terciptanya perdamaian di wilayah Timur Tengah, jelasnya. "Bodoh bila percaya bahwa konflik bisa berakhir jika hal ini (negara Palestina) tidak terwujud beberapa tahun mendatang," tegasnya.
Menurutnya, perjanjian antara Israel dan Palestina masih meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab khususnya mengenai batas-batas wilayah Jericho, daerah yang menghubungkan Jericho dan Gaza dan nasib pengungsi Palestina.
Ia juga mempertanyakan seberapa bebaskah Ketua PLO Yasser Arafat dan para pembantunya dapat menyeberangi wilayah yang dikuasai Israel bila mereka bepergian dari Jericho ke Gaza dan sebaliknya, atau ke Yordania dan Mesir.
Dubes mengutip laporan pers yang mengatakan bahwa Arafat mungkin akan tinggal di Jericho. "Apakah ia bisa ke Tel Aviv bila ia perlu terbang ke London," katanya.
Ia juga tak setuju dengan pendapat yang menekankan pentingnya integrasi ekonomi Israel yang maju dengan Palestina yang miskin dan terbelakang.
Pasar Palestina yang lazim adalah Yordania dan negara-negara Arab lainnya, kata Ribhi Awad. (T-RI4/PU01/22:29/RE2/15/10/93 00:27)
No comments:
Post a Comment