Thursday, September 15, 1988

MENGHENTIKAN EKSPOR KAYU TAK PECAHKAN MASALAH LINGKUNGAN

    Jakarta, 15/9/1988 (ANTARA) - Seruan agar ekspor kayu tropis dihentikan tidak akan memecahkan masalah lingkungan, ujar Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) Emil Salim di Jakarta Rabu.
        Menanggapi tekat sebuah kelompok lingkungan di Inggris, British Habitat Group, untuk tidak menggunakan perabot rumah tangga yang terbuat dari kayu tropis, Emil Salim mengatakan bahwa hal itu tidak menyelesaikan masalah mengingat hutan sebagai sumber daya alam dapat memperbaharui dirinya (renewable).

        "Hutan dapat tumbuh terus. Yang penting bagaimana mempertahankan agar kapasitas produksi hutan seimbang dengan kemampuannya untuk memperbaharui diri," kata menteri.
        Cara ke dua, katanya, mengusahakan agar harga kayu bisa naik sehingga volume yang ditebang untuk ekspor bisa dikurangi.
        Keputusan dalam sidang kabinet baru-baru ini yang menyerukan agar pemberian izin investasi di bidang industri kayu lapis dihentikan merupakan salah satu usaha agar kapasitas produksi hutan tidak melebihi kemampuan memperbaharui diri (renewability), ia menjelaskan.

        Ketika berada di Inggris, Emil Salim pernah ditanya mengenai kemungkinan untuk menghentikan ekspor kayu tropis guna mencegah kerusakan hutan.

        Bila ekspor kayu tropis dihentikan berarti negara-negara berkembang akan menjadi tambah miskin karena pendapatan mereka berkurang, tegas menteri.

        Orang yang miskin justru cenderung untuk makin merusak hutan, menurutnya.

        Kali Porong Menyinggung soal kali Surabaya, Menteri KLH mengatakan bahwa kadar pencemaran di sungai ini cukup terkendali jadi tidak ada rencana untuk menggelontornya kembali.

        Kini yang masih menjadi masalah adalah kali Porong.

        Namun sudah dicapai kesepakatan dengan pemerintah daerah untuk menyusun fasilitas pengendali pencemaran sampai akhir tahun ini.

        Menurut Emil Salim, di sepanjang kali Surabaya terdapat 5 perusahaan, dan di Kali Porong 23 perusahaan termasuk sebuah pabrik kertas, yang paling ramai diisukan sebagai penyebar polusi, (TE14/B09/88-09-15/mb)

No comments:

Post a Comment